Selasa, 20 Januari 2015

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Berbudaya


Pada hakikatnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah azza wa jalla yang dikenal sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya. Dikatakan makhluk sosial karena manusia tidak bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupannya. Sebagai makhluk budaya manusia pun diciptakan oleh sang maha pencipta itu berbeda-beda, dan tersebar diseluruh penjuru dunia, maka dari itu manusia memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda-beda di berbagai penjuru dunia.


 Kaitannya dengan ilmu sosial dasar bahwasannya sebagai makhluk sosial dan budaya manusia pasti memiliki permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya. Apalagi permasalahan tersebut salah satunya timbul dari kebudayaan. Maka dari itu ilmu sosial dasar disini mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia maupun kebudayaannya.

Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi dapat juga menuju kearah kemunduran. Terkadang perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan kejutan budaya bagi masyarakat.

Perubahan itu dapat muncul dari berbagai macam aspek dalam kehidupan di masyarakat seperti mata pencaharian, peralatan dan perlengkapan hidup, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta keyakinan. Perubahan diberbagai bidang sering disebut sebagai perubahan sosial dan perubahan budaya karena proses berlangsungnya dapat terjadi secara bersamaan.

Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.



Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a.       Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b.      Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c.       Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d.      Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia

Manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.

Budaya adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar (keyakinan dan harapan) yang ditemukan ataupun dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dari organisasi, dan kemudian menjadi acuan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan adaptasi keluar dan integrasi internal, dan karena dalam kurun waktu tertentu telah berjalan atau bekerja dengan baik, maka dipandang sah, akhirnya kebudayaan dibakukan bahwa setiap anggota organisasi harus menerimanya sebagai cara yang tepat dalam pendekatan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi.

Sedangkan kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.



Pengaruh manusia dan kebudayaannya dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan
satu kesatuan. 

Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa di sebuah lingkungan tertentu akan berbeda kebiasaanya dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula. 

Dari penjelasan diatas kita lihat dizaman sekarang bahkan di negri kita sendiri budaya yang kita miliki sudah mulai pudar. Alasannya karena pengaruh budaya luar dan generasi-generasi muda kita yang sudah terkontaminasi pikirannya dengan pengaruh budaya luar. Walaupun tidak semua kalangan muda seperti, masih ada sebagian dari kita yang menjaga dan melestarikan budaya keaslian kita. Amat sangat prihatin bila kebudayaan yang kita miliki itu hancur dari kalangan kita sendiri, maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjaga penuh kebudayaan kita secara bekerja sama karena kebersamaan dan kerja sama akan membuat bangsa kita ini semakin kuat dihadapan bangsa lainnya.



  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar