Pada hakikatnya manusia adalah
makhluk ciptaan Allah azza wa jalla yang dikenal sebagai makhluk sosial dan
makhluk budaya. Dikatakan makhluk sosial karena manusia tidak bisa hidup
sendiri dan pasti membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupannya. Sebagai
makhluk budaya manusia pun diciptakan oleh sang maha pencipta itu berbeda-beda,
dan tersebar diseluruh penjuru dunia, maka dari itu manusia memiliki latar
belakang dan budaya yang berbeda-beda di berbagai penjuru dunia.
Kaitannya dengan ilmu sosial dasar bahwasannya
sebagai makhluk sosial dan budaya manusia pasti memiliki
permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya. Apalagi permasalahan tersebut
salah satunya timbul dari kebudayaan. Maka dari itu ilmu sosial dasar disini
mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia
maupun kebudayaannya.
Masyarakat dalam kehidupannya pasti
mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah
kemajuan, tetapi dapat juga menuju kearah kemunduran. Terkadang perubahan-perubahan
yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan
kejutan budaya bagi masyarakat.
Perubahan itu dapat muncul dari
berbagai macam aspek dalam kehidupan di masyarakat seperti mata pencaharian,
peralatan dan perlengkapan hidup, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem
pengetahuan, serta keyakinan. Perubahan diberbagai bidang sering disebut
sebagai perubahan sosial dan perubahan budaya karena proses berlangsungnya
dapat terjadi secara bersamaan.
Dalam hubungannya dengan manusia
sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan
masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam
berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat
dalam kehidupannya.
Manusia dikatakan sebagai makhluk
sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk
berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup
sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya,
manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain,
manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa
mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia
tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku
manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia
memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi
manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia
Manusia disebut sebagai
makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan
akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup
manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia
yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang
berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
Budaya adalah suatu pola dari
asumsi-asumsi dasar (keyakinan dan harapan) yang ditemukan ataupun dikembangkan
oleh suatu kelompok tertentu dari organisasi, dan kemudian menjadi acuan
dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan adaptasi keluar
dan integrasi internal, dan karena dalam kurun waktu tertentu telah
berjalan atau bekerja dengan baik, maka dipandang sah, akhirnya kebudayaan
dibakukan bahwa setiap anggota organisasi harus menerimanya sebagai cara
yang tepat dalam pendekatan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi.
Sedangkan kebudayaan yaitu
sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu
sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia.
Pengaruh manusia dan kebudayaannya
dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya
bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan.
Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan
mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya
merupakan
satu kesatuan.
Budaya yang dikembangkan oleh
manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang.
Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak
dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan
seseorang dapat mengetahui, mengapa di sebuah lingkungan tertentu akan berbeda
kebiasaanya dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda
pula.
Dari penjelasan diatas kita lihat
dizaman sekarang bahkan di negri kita sendiri budaya yang kita miliki sudah
mulai pudar. Alasannya karena pengaruh budaya luar dan generasi-generasi muda
kita yang sudah terkontaminasi pikirannya dengan pengaruh budaya luar. Walaupun
tidak semua kalangan muda seperti, masih ada sebagian dari kita yang menjaga
dan melestarikan budaya keaslian kita. Amat sangat prihatin bila kebudayaan
yang kita miliki itu hancur dari kalangan kita sendiri, maka dari itu kita
sebagai generasi penerus bangsa harus menjaga penuh kebudayaan kita secara
bekerja sama karena kebersamaan dan kerja sama akan membuat bangsa kita ini
semakin kuat dihadapan bangsa lainnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar