Kamis, 27 November 2014

Ilmu Sosial Dasar


ISD (Ilmu Sosial Dasar)

ISD (Ilmu Sosial Dasar) adalah ilmu yang mempelajari masalah-masalah sosial dimasyarakat yang berkenaan dengan nilai dan norma masyarakat itu sendiri dan pada akhirnya dapat memberikan pengetahuan dasar untuk mengkaji permasalahan sosial dimasyarakat

ISD bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan dasar terhadap gejala-gejala yang ada dimasyarakat supaya daya tanggap, kepekaan, persepsi dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial dapat meningkat. Ada banyak cabang-cabang utama dari ilmu sosial dasar diantaranya ada ekonomi, geografi, hukum, pendidikan, politik dan lain sebagainya.

ISD terdiri dari 6 pokok bahasan diantaranya :
a.       Masalah individu, keluarga, dan masyarakat
b.      Masalah pemuda dan sosialisasi
c.       Masalah pemerintah, negara, dan warga negara
d.      Masalah pelapisan sosial, keagamaan, kesamaan derajat
e.       Masalah masyarakat pedesaan dan perkotaan
f.       Masalah – masalah kependudukan





 TOKOH PENTING!!!!


Juliana Sunarti Nasution


Beliau merupakan istri dari pahlawan nasional jendral besar A.H. Nasution. Saya sangat mengagumi figur yang ada didalam diri beliau karena beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat sekitar. Salah satu contohnya ialah beliau pendiri sebuah panti yang merawat para lansia dan anak-anak yang sudah tidak memiliki sanak saudara.

Panti asuhan yang didirikan oleh istri dari pahlawan nasional A.H Nasution ini bernama wisma lansia J. Sunarti Nasution. Wisma ini terletak di Bandung didirikan pada tahun 1975 di atas sebuah lahan di komplek KPAD Geger Kalong Bandung.

Wisma ini juga dibantu oleh PPAB ( Perkumpulan Pembinaan dan Asuhan Bunda). PPAB merupakan sebuah perkumpulan fokus dalam membela hak lansia dan anak yang awalnya dimotori salah satunya oleh ibu Juliana Sunarti Nasution. Wisma ini tidak hanya menampung para lansia, tetapi balita dan anak-anak jalanan atau yatim piatu juga bisa diasuh dan dibina dengan baik disana.

Betapa mulianya hati dari salah satu istri pahlawan nasional kita ini yang diingat jasa dan kepeduliannya sebagai relawan nasional. Sebagaimana kita ketahui di zaman dahulu semua fasilitas serba tidak memadai tetapi dengan semangat kepedulian beliau yang tinggi terhadap masyarakat sekitar beliau bisa membantu dan mengayomi masyarakat sekitar.

Semoga figur dari ibu Juliana Sunarti Nasution ini bisa kita teladani dan kita kenang sebagai motivasi kita agar tingkat kepedulian kita terhadap lingkungan masyarakat sekitar bisa bejalan dengan semestinya.



ISD dan IPS

ISD (Ilmu Sosial Dasar)

  ISD (Ilmu Sosial Dasar) adalah ilmu yang mempelajari masalah-masalah sosial dimasyarakat yang berkenaan dengan nilai dan norma masyarakat itu sendiri dan pada akhirnya dapat memberikan pengetahuan dasar untuk mengkaji permasalahan sosial dimasyarakat

ISD bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan dasar terhadap gejala-gejala yang ada dimasyarakat supaya daya tanggap, kepekaan, persepsi dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial dapat meningkat. Ada banyak cabang-cabang utama dari ilmu sosial dasar diantaranya ada ekonomi, geografi, hukum, pendidikan, politik dan lain sebagainya.

Perbedaan ISD dengan IPS

1.Ilmu sosial dasar diberikan di perguruan tinggi sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikaan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
2.Ilmu Sosial Dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran.
3.Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu
Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

Persamaan ISD dengan IPS

1.Merupakan bahan program studi untuk kepentingan program pendidikan
2.Bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
3.Mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk

FAKTOR-FAKTOR PERTUMBUHAN PENDUDUK

1. Kelahiran (Fertilitas)
2. Kematian (Mortalitas)
3. Perpindahan (Migrasi)

kelahiran bersifat menambah,kematian bersifat mengurangi dan mingrasi dapat bersifat menambah(migrasi masuk)dan dapat pula bersifat mengurangi(mingrasi keluar). untuk banyak negara ,termasuk indonesia,pertumbuhan penduduk di tentukan oleh kelahiran dan kematian,karena mingrasi masuk dan migrasi keluar terlalu kecil sehingga bisa diabaikan,

selain faktor demografi ,secara tidak langsung pertumbuhan penduduk juga di pengaruhi oleh faktor-faktor nondemografi.faktor nondemografi yang penting ialah kesaehatan dan pendidikan pengaruh kesehatan dalam pertumbuhan pentuduk terlihat dari jumlah kematian .semangkin maju tingkatan kesehatan ,maka kecil jumlah kematian ,yang selanjutnya dapat menyebabkan pertumbuhan pertumbuhan penduduk besar,apabila jumlah kelahiran besar.kesehatan juga berhubungan dengan pendidikan .semangkin tinggi pendidikan maka kesehatan akan semangkin baik.

apabila tinggkat pendidikan tinggi ,pada umumnya mereka akan lebih mudah menerima pembaharuan atau moderenisasi .salah satu contoh ialah meningkatnya usia kawin.semankin tinggi usia kawin ,semangkin tinggi jumlah kelahiran

faktor penujang kelahiran

karena jumlah kelahiran dan kematian sangat mentukan pertumbuhan penduduk di indonesia,maka kita harus menetahui faktor -faktor apa saja yang mempengaruhi kelahiran dan kematian,,agar usaha intuk mengurangi jumlah kelahiran berhasil baik.

faktor penghambat kelahiran

selain ada penujang kelahiran ada juga faktor yang menghambat kelahiran atau penyebab kelahiran berkurang .pemerintah atau negara yang mengambil kebijaksanaan menghambat kelahiran (antinatalitas)bertujuan untuk mengurangi jumlah kelahiran,supaya jumlah penduduk seimbang dengan daya dukungan daerah .daya kemapuan daerah adalah kemampuan daerah untuk menghidupi penduduknya.keseimbangan ini perlu di jaga agar taraf hidup penduduk baik.

Dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.

Berikut sedikit penjelasan mengenai pengukuran Fertilitas :

1. Pengukuran Fertilitas TahunanAdalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut. Adapun ukuran – ukuran fertilitas tahunan adalah :

1. Tingkat Fertilitas Kasar (Crude Birth Rate )
Adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.

2. Tingkat Fertilitas Umum (General Fertility Rate )
Adalah jumlah kelahiran hidup per.1000 wanita usia reproduksi (usia 14 14-49 atau 15 15-44 th th) ) pada tahun tertentu.

3. Tingkat Fertilitas Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate )
Adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.

4. Tingkat Fertilitas Menurut Urutan Kelahiran (Birth Order Specific Fertility Rates Rates)
Adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.

2. Pengukuran Fertilitas Kumulatif
Adalah pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukuran – ukuran fertilitas kumulatif adalah :

1. Tingkat Fertilitas Total (TFR)
adalah jumlah kelahiran hidup laki laki-laki & wanita tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dg dg catatan :
* tidak ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
* tingkat fertilitas menurut umur tdk berubah pd periode waktu tertentu.

2. Gross Reproduction Rates (GRR)
adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tdk ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.

3. Net Reproduction Rates (NRR)
adalah jumlah kelahiran bayi (pr) oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 (pr) dengan memperhitungkan kemungkinan meninggalkan para (pr) itu sebelum mengakhiri mengakhiri masa reproduksinya.

Faktor Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas penduduk :

1. Faktor Demografi, antara lain :
* Struktur umur
* Struktur perkawinan
* Umur kawin pertama
* Paritas
* Disrupsi perkawinan
* Proporsi yang kawin

2. Faktor Non Demografi, antara lain :
* Keadaan ekonomi penduduk
* Tingkat pendidikan
* Perbaikan status perempuan
* Urbanisasi dan industrialisasi

Berikut sedikit penjelasan mengenai pengukuran mortalitas :

1. Crude Death Rate (CDR)
Adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.

2. Age Specific Death Rate (ASDR)
Adalah jumlah kematian penduduk pd tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.

3. Infant Mortality Rate (IMR)
Adalah tingkat kematian bayi

Karakter kelompok penduduk yang mempengaruhi Crude Death Rate (CDR) :

1. Antara penduduk daerah pedesaan dan daerah perkotaan
2. Penduduk dengan lapangan pekerjaan yang berbeda
3. Penduduk dengan perbedaan pendapatan
4. Perbedaan jenis kelamin
5. Penduduk dengan perbedaan status kawin

Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :

* Faktor individu
* Faktor yang terdapat di daerah asal
* Faktor yang terdapat di daerah tujuan
* Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan

Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan penduduk :

1. Kekuatan Sentripetal
Adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya :
* Terikat tanah warisan
* Menunggu orang tua yang sudah lanjut
* Kegotong royongan yang baik
* Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka

2. Kekuatan Sentrifugal
Adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya :
* Terbatasnya pasaran kerja
* Terbatasnya fasilitas pendidikan

Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku

Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :


A. Kerjasama

Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
  
 B. Akomodasi

Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Akomodasi terdiri dari ajudikasi, koersion, kompromi, arbitrasi, mediasi, toleransi dan stalemate.
      1. Ajudikasi

Penyelesaian masalah atau sengketa melalui jalur pengadilan atau hukum



2. Koersion 
  
Adalah bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan terhadap pihak yang lebih lemah 


      3.Kompromi

Adalah bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian.

4    4. Arbitrasi

Adalah cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga, sebab pihak pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Pihak ketiga ini dipilih oleh kedua belah pihak atau badan berwenang
  
 5. Mediasi

yaitu cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang netral. Pihak ketiga ini hanyalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai yang sifatnya hanya sebagai penasihat. Sehingga pihak ketiga ini tidak mempunyai wewenang untuk memberikan keputusan-keputusan penyelesaian yang mengikat secara formal. 


6. Toleransi
  

Sering juga dinamakan toleran-participation yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan     formal. Contohnya: beberapa orng atau kelompok menyadari akan pihak lain dalam rangka menghindari pertikaian. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah “tepa selira” atau tenggang rasa agar hubungan sesamanya bisa saling menyadari kekurangan diri sendiri masing-masing.



     7. Stalemate
  



adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang bertikai atau berkonflik karena kekuatannya seimbang kemudian berhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan. Dalam istilah lain dikenal dengan “Moratorium” yaitu kedua belah pihak berhenti untuk tidak saling melakukan pertikaian. Namun, moratorium bisa dilakukan antara dua belah pihak yang kurang seimbang kekuatannya. Contoh, ketegangan korea utara dan korea selatan di bidang senjata nuklir.
   

C. Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran 




D. Akulturasi

Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.


2. Disosiatif
Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan atau konflik, seperti :

 a. Persaingan

Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.


b. Kontravensi

Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.

  
c. Konflik

Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.

-Tugas- Masalah Kependudukan

Masalah Kependudukan


Judul : Jokowi berikan solusi ubanisasi Jakarta

Sumber

Masalah urbanisasi memang tak ada habisnya. Dimulai dari beberapa tahun lamanya masalah ini masih belum menemukan titik terang. Alhasil ibukota pun menjadi titik pusat segala macam lahan pekerjaan dan mengakibatkan meluapnya kepadatan penduduk di ibukota. Dari meluapnya kepadatan penduduk berujung pada banyaknya pengangguran pula dan dari situ pula kriminalitas pun merajalela. Dibutuhkan ekstra kerja keras dan saling bantu membantu antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani masalah ini. Dibawah ini ada tanggapan dari presiden kita yang baru dilantik Joko widodo dalam menangani masalah urbanisasi ini.

 Jakarta dipagari? Lalu kunci gerbang?" ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014) pagi.

"Sudah berulang kali saya sampaikan, dorong peredaran uang dan investasi ke daerah," ujar Jokowi.

Komentar :

Menurut pak Jokowi beliau memberikan solusi seperti memajukan peredaran uang dan investasi daerah. Menurut saya usul pak Jokowi ini sudah cukup bagus karena memang dibutuhkan investasi daerah jika investasi daerah tidak berjalan sejalan dengan lapangan pekerjaan yang ada akan sia-sia. Namun pada intinya harus ada pihak yang memberikan pemikiran yang positif terhadap masyarakat daerah bahwa mencari pekerjaan yang bagus atau sukses itu tidak hanya dapat dilakukan di ibu- kota tetapi ditempat mereka juga bisa. Pendidikan bisa menjadi salah satu pihak diatas yang berperan dalam memberikan pemikiran positif. Jika sudah begitu masyarakat daerah pun akan berusaha sendiri dan ikut berpikiran maju dalam mengembangkan usaha yang dapat dikembangkan didaerah tersebut.

1.Interaksi sosial

Interaksi sosial merupakan suatu fondasi hubungan yang berupa tindakan yang berdsasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di masyarakat.

Contoh :
Salah satu bentuk contoh dari interaksi sosial adalah kerja sama. Contohnya adanya setiap akhir pekan diadakan gotong royong dilingkungan warga beji depok

2.Status Sosial

Tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Mengukur status sosial itu dapat dilihat dari jabatan, pendidikan, politis, kekayaan, keturunan, dan agama.

Contoh :
 Seorang pejabat negara tentunya memiliki ruang lingkup interaksi yang lebih luas dan bervariatif bila dibandingkan dengan seorang petani. Pejabat akan berinteraksi dengan banyakn orang dan dari berbagai status dan latar belakang yang berbeda-beda mulai dari masyarakat biasa, pengusaha, politikus, dan lain sebagainya.

Senin, 24 November 2014

Kesenjangan Sosial

Ketika kaki ini melangkah
Ku tatap sekeliling jalan setapak
Betapa tinggi dan besarnya
Istana-istana para pembesar

Entah mereka tahu atau tidak
Namun fakta tetaplah fakta
Disamping besarnya istana mereka
Ada istana kecil yang berdampingan

Di dalamnya hanya manusia gerobak
Yang mencari sesuatu yang tak pantas dicari
Di samping mereka hanya manusia buta
Yang penuh dengan keegoisan dan kesombongan

Apalah arti kehidupan ini
Bila kita tak sama saling berbagi
Karena kesombongan dan keegoisan
Itulah musuh yang sebenar-benarnya


Selasa, 18 November 2014

Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM









Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berunjuk rasa di depan gerbang kampusnya, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (17/11/2014).

Mereka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Spanduk putih sepanjang dua meter dibentangkan. Di spanduk tersebut tertera tulisan 'Tolak Kenaikan Harga BBM dan Lawan Rezim Komprador Demi Kesejahtraan Rakyat.'

Para mahasiswa sengaja menutup setengah badan jalan dari arah Ciputat menuju Lebak Bulus. Aksi dikawal ketat polisi. Sejumlah polisi menjaga ketertiban demonstrasi dan mengatur arus lalu lintas yang tersendat akibat aksi tersebut.

Aksi berlangsung damai. Puluhan mahasiswa tersebut membubarkan diri dan masuk ke kampus sekitar pukul 23.25 WIB.

Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis premium dan solar sebesar Rp2.000 per liter. Pengumuman dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/11/2014) malam.

Dari berita diatas kita melihat bahwa memang aksi demo yang di lakukan oleh para mahasiswa tersebut sebagai bentuk protes dimana saat minyak dunia melemah tetapi Indonesia pertama kalinya justru menaikan harga BBM.Ini membuat semua masyarakat Indonesia kaget dan cemas akan kenaikan BBM ini. Berita diatas adalah salah satu dari sekian banyaknya mahasiswa yang berdemo bahkan memicu konflik antara mahasiswa dengan polisi. Namun alhamdulillah demo diatas berjalan dengan damai.
Pasalnya jika BBM naik berarti semua bahan pangan ikut naik, Apalagi pengusaha-pengusaha kecil yang memang membutuhkan bahan pangan, mereka akan lebih sulit dan bisa merugi dengan keadaan seperti ini. Namun jika memang presiden kita  memilih untuk menaikan BBM kita berharap mungkin beliau dapat memberikan hal baru bagi masyarakat Indonesia.

Sumber : Tribunnews.com

Senin, 17 November 2014

Pahlawan Kebersihan

 

Senin 17 November 2014

Pukul 07.39 WIB

Ialah Budi seorang tukang sapu jalanan yang tinggal di Lenteng Agung Jakarta Selatan. Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang sapu jalanan. Dari tempat ia tinggal menuju lokasi pembersihan ia berjalan kaki sepanjang 2km dan menyapu dari lokasi A ke lokasi B sepanjang 2km juga jadi kalo ditotal 4 km sangat amat lah berat bagi kita untuk melakukan pekerjaan seperti ini.

Namun di mata beliau pekerjaan ini sangatlah mulia dimana tidak semua orang mau dan bahkan ikhlas mengerjakan pekerjaan ini. Beliau bekerja mulai dari jam 05.00 sampai 12.00. Beliau bekerja sebagai tukang sapu melalui PT Sua Klola (swasta) dan mendapat penghasilan perharinya Rp80.000 ya jadi kalo di total sebulan mencapai Rp2.400.000 gaji yang mungkin tidak sebanding dengan pekerjaannya.




Namun bapak dari satu orang anak ini tetap bersyukur dengan jerih payahnya "ya walaupun pendapatan saya hanya sekian tapi saya tetap bersyukur mas kalo kita bersyukur insya Allah rezeki kita akan terus bertambah", tuturnya.

Kendati demikian beliau sangat prihatin dengan kondisi warga yang masih susah untuk membuang sampah ditempatnya salah satu contohnya sepetinya membuang sampah di kali yang hal itu bisa membuat sumbatan di kali tersebut dan jika musim hujan tiba jalanan sekitarpun menjadi banjir.



Dari pekerjaannya tersebut ternyata dulu beliau adalah seorang koki handal masakan eropa di salah satu restoran ternama di Jakarta Pusat. Sudah selama lima tahun beliau bekerja sebagai koki. Hal ini membuat saya heran dan bertanya alasan apa dan kenapa beliau mengundurkan diri dari pekerjaan koki tersebut. " Ya alasannya sih pertama saya jadi jarang bahkan sedikit sekali kumpul dengan keluarga karena saya bekerja mulai dari sore hingga pagi tiba dan yang kedua karena jenuh aja sih mas, padahal tawaran banyak dan gaji lebih besar dari pekerjaan saya yang sekarang", tuturnya.

Meski begitu bapak Budi ini tetap semangat dalam menjalani pekerjaannya sebagai tukang sapu jalanan walaupun resiko dan bahaya dekat dengannya tetapi beliau rela bekorban demi anak dan istrinya.

Saya pikir dengan upah tersebut sepertinya belum berbanding lurus dengan pekerjaan yang ia jalani sehari-hari. Kenapa? Karena tidak semua orang mau dan ingin bekerja seperti beliau yang setiap hari
berkawan dengan debu-debu dan sampah-sampah jalanan. Seharusnya  beliau bisa dapat sesuatu yang lebih bukan hanya dari segi materi tetapi da
ri segi penghargaan dan jasanya mungkin itu juga bisa memberikan ia semangat kerja dan kebahagiaan. Karena itu janganlah sesekali kita menyepelekan seseorang yang berada dibawah kita bisa jadi mereka berada diatas kita karena mereka peka dan dapat melakukan hal-hal kecil yang dapat merubah keadaan lingkungan sekitar kita.

Foto selfie dulu nih ama tukangnya hha :D








Minggu, 16 November 2014

-Tugas- Kepedulian Sosial



PADALARANG, KOMPAS.com — "Srek… srek… srek…" suara garukan tangan Asep (42) kerap terdengar. Sudah hampir dua bulan ia mempunyai kebiasaan baru, menggaruk borok di kakinya yang kian melebar.

"Sudah ke dokter, tapi tak sembuh karena saya harus mencari ikan di Saguling," ujar ayah dua anak ini, beberapa waktu lalu.

Penyakit kulit yang diderita Asep sudah berlangsung belasan tahun terakhir. Asep tidak tahu kenapa kulitnya menjadi sensitif begitu menginjakkan kakinya di aliran Sungai Citarum. Biasanya, dalam sepekan, rasa gatal di kulitnya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, akhir-akhir ini, rasa gatal itu malah menjadi borok dan tak juga sembuh.

Asep merasa tak punya banyak pilihan. Ia sempat menjadi tukang bangunan. Namun, ia terpeleset dan menabrak benda keras. Sejak saat itu, bagian pinggang Asep sering sakit jika bekerja terlalu berat. Akhirnya, ia kembali ke profesi lamanya sebagai pencari ikan.

"Tapi, ikannya masih susah dicari. Katanya, karena air sungainya sudah tercemar limbah, jadi ikannya pada nggak ada. Susah hidup sekarang mah, sudah serba mahal, penghasilan sama saja kadang menurun," tutur dia.

Asep hanya satu dari sekian banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di aliran Sungai Citarum. Ketua RW 13 Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ahyar (49), mengatakan, sebagian warganya kerap terserang penyakit kulit, mulai dari gatal-gatal biasa hingga melepuh serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Mata pencarian 80 persen warga saya bertani dan mencari ikan. Tapi, warga kesulitan mencari ikan karena bau limbah dari Sungai Citarum sangat menyengat," tuturnya.

Dulu, sambung Ahyar, pencari ikan bisa tahan hingga delapan jam. Namun, kini, baru dua jam di bantaran sungai, mereka merasa pusing dan mual. Karena itu, mereka membagi dua waktu dalam mencari ikan, yakni pagi hingga siang, dan kembali lagi saat sore.

Sebenarnya, warga sudah melayangkan surat keberatan kepada perusahaan, tetapi tak pernah ada tanggapan. Begitu pun saat perwakilan warga mendatangi perusahaan, satpam selalu mengatakan personalia atau petugas yang berwenang tak ada di tempat. Tak berhenti sampai di sana, warga juga melapor ke Pemkab Bandung Barat, tetapi responsnya lambat. Mereka pun akhirnya melapor ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"Kalau seperti ini terus kasihan warga. Untuk RW 13 saja, jumlah warga mencapai 600 orang," imbuhnya.

Mendapat keluhan dari masyarakat, Kamis (2/10/2014), tim dari KLH dan Pemkab Bandung Barat mendatangi lokasi. Melihat pemandangan di Sungai Citarum, Asisten Deputi Bidang Pengaduan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Dodo Sambodo menggelengkan kepala.

Dodo mengatakan, secara visual tingkat pencemaran sungai sudah terlihat. Air sungai berwarna hitam pekat dengan tingkat PH yang sangat tinggi, yakni 13 dari normal 7-9. Begitu pun dengan temperatur yang mencapai 40, dari normalnya 30.

"Melihat dari dua parameter itu saja sudah terbukti tingkat pencemaran Citarum sangat parah, apalagi jika mendengar keluhan warga, baru dua jam di sini sudah pusing dan mual. Itu artinya ada zat tertentu yang memengaruhi kesehatan otak serta ISPA. Perusahaan harus bertanggung jawab dengan ini," ungkapnya.

Untuk itu, KLH dalam sepekan ini akan melakukan penelitian dengan tim KBB. Mereka akan mengambil air sungai, memeriksanya, dan melakukan wawancara dengan perusahaan di sepanjang aliran sungai. Bila perlu, akan dilakukan audit terhadap semua instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan akan dikenakan sanksi administrasi, perdata, dan pidana. Sanksi administrasi berupa paksaan dari KLH untuk membuat atau memperbaiki IPAL. Jika tidak dilakukan, perusahaan akan dibekukan. Jika setelah dibekukan tak juga dieksekusi, izin usaha akan dicabut. "Selama proses sanksi, perusahaan tersebut dipantau KLH," imbuhnya.

A.    Mengorbankan nyawa di sungai citarum

Dulu sebelum adanya pabrik-pabrik di sekitar sungai citarum warga-warga setempat dapat bebas melakukan pekerjaan hariannya yang sebagian besar mencari ikan di sungai tersebut. Akan tetapi semenjak adanya pabrik yang membuang limbahnya ke sungai citarum air sungai tersebut menjadi tercemar dan mengakibatkan penyakit berbahaya bagi warga setempat.

B.     Penjelasan

Dari berita tersebut dapat kita jelaskan bahwa adanya rasa kurang peduli perusahaan terhadap warga sekitar yang salah satu contohnya membuang limbah sembarang di sungai citarum yang pada akhirnya berdampak negatif bagi warga setempat. Semestinya perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat,perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk fasilitas umum, dan segala macamnya yang berguna untuk masyarakat banyak, bukan malah merusak atau mengganggu mata pencaharian warga setempat. Padahal Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah yang disahkan pada Mei 2013 lalu di DPRD DKI Jakarta, memuat sanksi pada pelanggar dari masyarakat dan perusahaan.

Pasal 126 di Perda itu membahas larangan membuah sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dan disitu dikabarkan juga warga yang sudah melapor ke pemkab bandung pun tidak mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah sendiri yang seharusnya disini pemerintah dapat menindak langsung ke perusahaan yang berbuat nakal tersebut.

Pada akhirnya warga melapor ke KLH (Kementrian Lingkungan Hidup)  yang justru bergerak membantu dan peduli terhadap warga tersebut. KLH mengajak pula pemkab bandung untuk turut serta membantu warga mendatangi lokasi sungai citarum dan melakukan penelitian selama seminggu. Jikalau benar perusahaan tersebut melakukan pelanggaran maka perusahaan tersebut akan dikenai sanksi dan biaya denda bahkan bisa di tutup mati perusahaan tersebut.

-Tugas- Komentar Film



Alangkah Lucunya Negeri Ini

Cerita Singkat
Sebuah film karya anak bangsa bercerita mengenai realita kaum marginal di Indonesia. Cerita diawali dengan adegan seorang pemuda yang merupakan sarjana managemen yang melamar pekerjaan di berbagai perusahaan namun ditolak. Namanya adalah Muluk, seorang anak dari penjahit yang bernama Haji Makbul. Sebenarnya Muluk berniat melamar Rahma, anak Haji Sarbini. Namun karena Muluk merupakan pengangguran, Haji Makbul masih belum menyetujui pernikahan mereka. Disaat yang sama Muluk memiliki saingan bernama Jupri yang menyukai Rahma. Jupri bercita-cita ingin menjadi anggota DPR. Dandanannya necis menggunakan seragam safari dan laptop setiap berkunjung ke rumah Rahma.
Pada suatu siang hari ketika melintasi pasar dikala mencari pekerjaan, Muluk memergoki seorang anak kecil mencopet dompet. Dikejarnya anak itu dari belakang lalu ditangkapnya,”Heyy enak banget lo nyuri dompet orang! Lo gak sadar orang tu susah-susah mencari duit tapi lo ambil seenaknya begini!”,ujar Muluk. “Yah, namanya juga pencopet, Bang. Buat makan…”,jawab pencopet sekenanya. Seketika pencopet tersebut pun berhasil melepaskan diri dari dekapan Muluk dan berlari bersama dompet curiannya. Belum juga mendapat pekerjaan, Muluk berniat beternak cacing untuk mendapatkan penghasilan. Banyak teman-temannya yang menertawakan ide tersebut,”Gile Luk, kenape lo gak sekalian beternak buaya ato cicak gitu sekalian!”.
Pada suatu hari dipasar, Muluk bertemu dengan pencopet yang dulu dipergokinya dipasar. Setelah terlibat percakapan, Muluk pun minta dibawa ke bos pencopet yaitu Jarot. Muluk sebagai seorang sarjana managemen menawarkan klausul kerjasama dengan Jarot dan anak buah pencopet lainnya. Muluk ingin pada suatu saat mereka berhenti menjadi pencopet dan dapat mencari nafkah dengan halal. Muluk menawarkan program pemberdayaan meliputi pendidikan dan agama serta rencana pengelolaan bisnis jangka panjang. Namun sebagai gantinya Muluk meminta jatah 10% dari pendapatan hasil copet. Jarot setuju. Tantangan datang silih berganti karena anak-anak pencopet tersebut memiliki resistensi terhadap Muluk. “Jah, ngapain gw disuruh belajar segala! Dari dulu nyopet udah enak!”, keluh Kampret, salah seorang copet. Untuk memaksimalkan program tersebut, Muluk mengajak temannya yaitu Pipit dan Samsul. Pipit merupakan anak dari Haji Rahmat yang kerjaannya setiap hari mencari peruntungan dengan mengikuti kuis-kuis di televisi. Sedangkan Samsul merupakan sarjana pendidikan yang setiap hari bermain gaplek bersama teman-temannya di pos kamling. Adapun Samsul dan Pipit diupah dari gaji 10% hasil copetan yang didapat Muluk. Pipit dengan sabar mengajari mengaji, sholat sedangkan Samsul mengajari membaca. Lambat laun anak-anak menerima kehadiran Muluk, Pipit dan Samsul. Dan pada akhirnya Muluk dkk menyampaikan kepada anak-anak pencopet untuk berhenti mencopet dan beralih menjadi pengasong untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Muluk menyediakan 6 set peralatan mengasong. Lambat laun Haji Makbul, ayah Muluk dan Haji Rahmat ayah Pipit penasaran dengan apa yang dilakukan anak-anak mereka selama ini. Alangkah terkejutnya mereka ketika ternyata selama ini uang pendapatan anak-anak mereka berasal dari hasil copet. Mereka pun menangis selama ini makanan yang mereka makan berasal dari uang haram. Akhirnya Muluk, Pipit dan Samsul menyatakan berhenti meneruskan program mereka. Anak-anak pencopet tergugah atas usaha Muluk selama ini.
Sebagian dari mereka memutuskan untuk menjadi pengasong walaupun pendapatan yang bakal mereka terima kecil. Namun tantangan terus datang menerpa. Mereka harus terus berlari dan bersembunyi dari operasi pamong praja dijalanan. Muluk yang melihat anak-anak tersebut dikejar-kejar pun marah kepada Pamong Praja.
“Lari kalian semua! Ayo tangkap saya! Tangkap saya! Saya yang menyuruh mereka mengasong! Mereka hanya mencari rezeki yang halal dan hanya itu yang mereka bisa!”.
“Ini aturan! Dilarang mengasong dijalanan!”, balas petugas.
“Kalian merasa tergangggu dengan ulah para pengemis dan pencopet tapi kalian tiadk terganggu dengan ulah para koruptor!?! Seharunya kalian tangkap para koruptor yang sudah memiskinkan negeri ini! Memiskinkan kalian! Memang itu bukan tugas kalian, tapi setidaknya kalian punya rasa belas kasihan! Mereka hanya mencari rezeki yang halal! Biarkan mereka yang miskin mencari rezeki yang halal!”
Akhirnya Muluk ditangkap petugas. Dari kejauhan, anak-anak pengasong terharu menitikkan air mata seiring dengan kepergian mobil yang membawa Muluk pergi.
Fakir miskin dan anak-anak terlantar diperlihara oleh negara
Pasal 34 ayat (I) UUD 1945
Penjelasan
Menurut saya film ini sangat berkaitan sekali dengan realita kehidupan masyarakat indonesia khususnya di ibu kota. Dimana film ini menceritakan seorang lelaki yang sudah lulus kuliah dan mendapat gelar management tetapi masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Disamping itu ada pula yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak penting kita bisa sukses dan mendapat uang banyak tanpa harus capek-capek mengejar pendidikan. Padahal menurut saya pendidikan itu sangatlah penting karena saya beranggapan banyak ilmu banyak uang yang akan mengejar kita jadi jangan sampai kita yang mengejar uang tapi uanglah yang mengejar kita. Saya sangat kagum terhadap lelaki tersebut walaupun ia pengangguran tetapi ia mempunyai ide yang cemerlang ketika ia mendapati anak-anak yang suka mencopet. Ia ingin sekali dapat memberikan pengajaran yang baik dan layak untuk anak-anak pencopet tersebut supaya mereka dapat beralih profesi tidak mencopet lagi, walaupun banyak rintangan dan hambatan lambat laun mereka mau mengikuti ajakan lelaki tersebut dibantu oleh dua temannya. Semangat jiwa sosial yang sangat tinggi inilah yang patut kita contoh di lingkungan masyarakat kita karena di zaman sekarang sangat sulit kita menemukan orang-orang yang masih peduli dengan lingkungan sekitarnya jangan jauh-jauh dengan tetangga dekat saja kadang rasa peduli sosialnya masih kurang semoga film tersebut dapat menginspirasi kita semua menjadi pribadi yang peduli sesama